Sabtu, 19 April 2014

Nano_Sampai ku mati

Hidup ku di dunia hanya sekali
Lebih tak berarti tanpa kau disisiku
Sampai ku mati aku ingin bersama denganmu

Izinkanlah ku cari kesungguhan hati
'tuk buktikan kamu ada di hidupku
Bisikkanlah dari hati kau ada disini
Temani hidupku tak berujung waktu

Bila kau tercipta memang untukku
Tunjukkanlah bahwa aku lelaki terakhirmu
Sampai ku mati ku serahkan semua
Sampai ku mati aku ingin bersama denganmu

Dan kau menangis terus menangis
Menghampiriku kau peluk aku
Sampai ku mati
Sampai ku mati

Nindy_Cinta cuma satu

Telah aku maafkan
Semua kesalahanmu
Asal kau mau berjanji
Tidak mengulangnya lagi

Telah aku terima
Sakitnya dikhianati
Sedalam cintaku ini
Selama hidupku ini

Hatiku cuma ada satu
Sudah untuk mencintaimu
Tolong jangan sakiti lagi
Nanti aku bisa mati
Cintaku cuma sama kamu
Sayangku cuma untuk kamu
Tolong jangan hancurkan lagi
Nanti aku bisa mati

Jangan lagi KAU menantikan Dia

setiap orang memiliki kisah bersama
yang menjadi sejarah diantara keduanya
aku memahami dan mengerti itu
akupun pernah mengalaminya
tapi tak seharusnya terus terjebak dalam kisah itu
tatkala semua itu telah berakhir menjadi sejarah yang telah berlalu
segala sesuatunya akan berbeda karena perubahan
sadari dan mengertilah itu sudah berlalu
tak perlu kau memaksakan saat ini untuk kembali seperti dulu
sebab, itu berarti kau tak mau berubah untuk hal yang berbeda
ingatlah selalu,
setiap kisah pasti ada positif dan negatifnya
jika kau mengambil hikmah positifnya maka kamu akan menjadi pribadi yang lebih positif
begitupun sebaliknya
tentunya setiap orang berharap menjadi lebih baik kan??
dan yakinlah
Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hambanya
berpikirlah positif atas keputusanNYA

dulu kalian memang pernah bersama menjalin kisah
tapi itu dulu,, dulu,,,
dulu pada saatnya.. pada jamannya..
dan sekarang,,
sekarang telah berbeda, jadi kisahnya juga sudah berbeda
sadari bahwa dia sudah tak lagi bersamamu, tak lagi menjalin kisah seperti dulu
pahamilah perasaanya telah berubah
pahamilah dia sudah tak lagi memilihmu
hatinya telah memilih orang lain
hatinya telah memiliki orang lain
berhentilah membuat kekasihnya sakit karenamu
berhentilah mengejar hak yang sudah tak lagi menjadi hakmu
tak bisakah kau biarkan dia terbang bebas
biarkan dia memilih jalannya saat ini
biarkanlah dia bahagia dengan orang yang dia pilih saat ini
jangan kau ganggu lagi kehidupannya
dia tengah berusaha untuk merajut masa indah untuk masa depannya

lepaskan dia,,, lepaskan dia,,
lepaskan dia dari jeratmu
ikhlaskan dia,,, ikhlaskan dia...
ikhlaskan dia telah bersama orang lain
relakan.. relakan,,
Bahwa dia bukan lagi kekasihmu
dia bukan lagi milikmu
ingat itu,, terimalah,, dan sadarlah akan hal itu
cobalah mengerti
kau telah membuat kekasihnya menangis karena tingkahmu
kau telah membuat kekasihnya seolah menjadi bayangmu
janganlah membuat kekasihnya lebih dalam merasakan sakit karenamu
jangan membuat kekasihnya merasa terbunuh karena cinta ini
jangan teruskan, ini hanya akan membuat diantara kita saling tersakiti
janganlah membuat dia merasa bersalah kepadamu juga padaku
janganlah membuatnya bimbang akan keyakinanya saat ini
jika kau teruskan hanya akan menjadi bahagia sesaat
sadarlah sebelum menyesal

aku tak ingin membuatmu semakin sakit pada akhirnya
sebab aku tahu rasanya sakit yang terkhianati
biarlah dia berada di keputusannya
karena dia,,,
Dia,,
Dia adalah kekasihku
dia yang saat ini bersamaku
dia kekasihku bukan lagi kekasihmu
keadaan tak lagi berpihak kepadamu
terimalah,,
pahamilah,,,
jangan pernah lagi kau menantikannya
karena dia kekasihmu yang bukan lagi kekasihmu

D'masiv_cinta ini membunuhku

Kau membuat ku berantakan
Kau membuat ku tak karuan
Kau membuat ku tak berdaya
Kau menolakku acuhkan diriku

Bagaimana caranya untuk
Meruntuhkan kerasnya hatimu
Ku sadari ku tak sempurna
Ku tak seperti yang kau inginkan
Reff:
Kau hancurkan aku dengan sikapmu
Tak sadarkah kau telah menyakitiku
Lelah hati ini meyakinkanmu
Cinta ini membunuhku
Bagaimana caranya untuk
Meruntuhkan kerasnya hatimu
Ku sadari ku tak sempurna
Ku tak seperti yang kau inginkan

Sabtu, 12 April 2014

dewasa

dewasa???

kata ini menimbulkan banyak tafsiran ditinjau dari berbagai pemikiran
apakah dewasa itu dari usianya? entah,,
apakah dari ukuran badannya? gak tuh,,
apakah dari tingkahnya yang beradegan dewasa??(weww) apalagi,,, (gk banget)
atau yang udah haid buat cewe dan uda dikhitan buat yang cowo? bisa jadi.. (baligh;cukup umur)
atau apa lagi...?? 
sebenarnya apa si dewasa itu? kenapa kita perlu tau kata itu, kenapa perlu memahaminya,,

menurut pengalaman hidup sendiri, dewasa itu bagaimana kita belajar dari pengalaman hidup, dari masalah-masalah yang pernah kita hadapi,
dari sulitnya hidup yang merubah pola pikir kita, dari tantangan yang membuat kita berfikir bagaimana menyelesaikan masalah dalam keadaan sesulit apapun tapi dengan hasil dan penyelesaian yang tanpa saling menyakiti
kita dikatakan dewasa bagaimana kita belajar hidup bukan hanya mementingkan diri-sendiri, bagaimana kita hidup dengan menyampingkan keegoisan yang hanya menguntungkan diri sendiri,
tapi bagaimana kita bisa hidup dalam harmoni, agar hidup ini juga bermanfaat untuk orang lain,,
dari pengalaman hidup sejak kecil yang begitu keras, membuat saya berfikir untuk lebih berhati-hati menyikapi keadaan,
terlebih keluarga yang sangat akrab, hingga aku tak pernah merasakan apa itu sakit dan tak pernah tersakiti, dengan keluarga semuanya begitu bahagia tanpa beban,,
akan tetapi,
begitu aku keluar dari rumah, bersosialisasi dengan orang-orang yang lebih jauh dan berbeda dari kehidupan keluarga, 
aku sering berfikir untuk mencoba mengerti mereka yang diluar sana, tapi seolah hanya dimanfaatkan saja. sakit memang. baik itu dari teman dekat, saudara sepupu, apalagi pacar.
untuk pertama kalinya aku merasakan sakit,, sakit sekali
inginku menghindar saja dari kehidupan luar, karena didalam keluarga aku menemukan ketentraman dan kedamaian,,
akan tetapi, bertambah usia memaksaku harus berkembang dengan kehidupan diuar sana, dan semakin sadar bahwa kita hidup untuk orang lain, tak bisa sendiri,,

seringkali aku berfikir, dan memperhatikan orang-orang disekitar, aku mengenal seseorang 
kriteria atau orang bisa dikatakan dewasa itu bagaimana?
wujud nyata bahwa seorang dikatakan dewasa,,
definisi dewasa menurut para ahli, ciri-ciri orang dewasa

Rabu, 09 April 2014

keDEWASAan

Dari kaca mata hukum kedewasaan seseorang berbeda menurut 
UU KUHPerdata/BW 

1. Kedewasaan seseorang adalah usia 21 tahun atau telah menikah  
2. Pasal 330 KUHPerdata, menyetakan orang yang belum dewasa adalah mereka yang belum berusia 21 tahun dan belum belum pernah kawin sebelumnya.
 
UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan

1. Pasal 47, menyatakan anak yang sudah berumur 18 tahun 
2. Pasal 50, menyatakan seseorang dianggap dewasa apabila sudah mencapai umur 18 tahun, tidak berada di bawah kekuasaan orangtua

Definisi Masa dewasa awal merupakan periode penyesuaian diri terhadap pola-pola kehidupan yang baru dan harapan-harapan sosial baru. Orang dewasa awal diharapkan memaikan peran baru, seperti suami/istri, orang tua, dan pencari nafkah, keinginan-keingan baru, mengembangkan sikap-sikap baru, dan nilai-nilai baru sesuai tugas baru ini (Hurlock, 1996).

Ciri – ciri masa dewasa awal

Hurlock (1996), menguraikan secara ringkas ciri-ciri dewasa yang menonjol dalam masa – masa dewasa awal sebagi berikut :
  1. Masa dewasa dini sebagai masa pengaturan
    Masa dewasa awal merupakan masa pengaturan. Pada masa ini individu menerima  tanggung jawab sebagai orang dewasa. Yang berarti seorang pria mulai membentuk bidang pekerjaan yang akan ditangani sebagai kariernya, dan wanita diharapkan mulai menerima tanggungjawab sebagai ibu dan pengurus rumah tangga.
  2. Masa dewasa dini sebagai usia repoduktif
    Orang tua merupakan salah satu peran yang paling penting dalam hidup orang dewasa. Orang yang kawin berperan sebagai orang tua pada waktu saat ia berusia duapuluhan atau pada awal tigapuluhan.
  3. Masa dewasa dini sebagai masa bermasalah
    Dalam tahun-tahun awal masa dewasa banyak masalah baru yang harus dihadapi seseorang. Masalah-masalah baru ini dari segi utamanya berbeda dengan dari masalah-masalah yang sudah dialami  sebelumnya. 
  4. Masa dewasa dini sebagai masa ketegangan emosional
    Pada usia ini kebanyakan individu sudah mampu memecahkan masalah – masalah yang mereka hadapi secara baik sehingga menjadi stabil dan lebih tenang.
  5. Masa dewasa dini sebagai masa keterasingan sosial
    Keterasingan diintensifkan dengan adanya semangat bersaing dan hasrat kuat untuk maju dalam karir, sehingga keramahtamahan masa remaja diganti dengan persaingan dalam masyarakat dewasa.
  6. Masa dewasa dini sebagai masa komitmen
    Setelah menjadi orang dewasa, individu akan mengalami perubahan, dimana mereka akan memiliki tanggung jawab sendiri dan memiliki komitmen-komitmen sendiri.
  7. Masa dewasa dini sering merupakan masa ketergantungan
    Meskipun telah mencapai status dewasa, banyak individu yang masih tergantung pada orang-orang tertentu dalam jangka waktu yang berbeda-beda. Ketergantungan ini mungkin pada orang tua yang membiayai pendidikan.
  8. Masa dewasa dini sebagai masa perubahan nilai
    Perubahan karena adanya pengalaman dan hubungan sosial yang lebih luas dan nilai-nilai itu dapat dilihat dri kacamata orang dewasa. Perubahan nilai ini disebabka karena beberapa alasan yaitu individu ingin diterima olh anggota kelompok orang dewasa, individu menyadari bahwa kebanyakan kelompok sosial berpedoman pada nilai-nilai konvensional dalam hal keyakinan dan perilaku.
  9. Masa dewasa dini masa penyesuaian diri dengan cara hidup baru.
    Masa ini individu banyak mengalami perubahan dimana gaya hidup baru paling menonjol dibidang perkawinan dan peran orangtua.
  10. Masa dewasa dini sebagai masa kreatif
    Orang yang dewasa tidak terikat lagi oleh ketentuan dan aturan orangtua maupun guru-gurunya sehingga terlebas dari belenggu ini dan bebas untuk berbuat apa yang mereka inginkan. Bentuk kreatifitas ini tergantung dengan minat dan kemampuan individual.  
MASA DEWASA AWAL
Batasan Masa Dewasa Awal

Pada penelitian menyebutkan bahwa salah satu tugas perkembangan pada masa dewasa awal (18 – 40 tahun) adalah mencari pasangan hidup (Havighurst dalam Monks, 2001: 290), yang selanjutnya akan diteruskan pada proses membentuk dan membina keluarga. Pada akhir usia 20 tahun pemilihan  struktur hidup menjadi semakin penting. Pada usia natara 28-33 tahun pilihan struktur kehidupan ini menjadi lebih tetap dan stabil. Dalam fase kemantapan (33 – 40 tahun) orang dengan kematangannya mampu menemukan tempatnya dalam masyarakat dan berusaha untuk memajukan karier sebaik-baiknya. Pekerjaan dan kehidupan keluarga membentuk struktur peran yang memunculkan aspek-aspek kepribadian yang diperlukan dalam aspek tersebut (Levinson dalam Monks, 2001: 296 ). Lebih lengkapnya lagi mengenai batasan masa dewasa awal akan diuraikan pada bagian ini.

Secara hukum seseorang dikatakan dewasa bila ia sudah menginjak usia 21 tahun (meski belum menikah) atau sudah menikah (meskipun belum berusia 21 tahun). Di Indonesia batas kedewasaan adalah 21 tahun juga. Hal ini berarti bahwa pada usia itu seseorang sudah dianggap dewasa dan selanjutnya dianggap sudah mempunyai tanggung jawab terhadap perbuatan-perbuatannya ( Monks, 2001: 291). Dikatakan oleh Hurlock (1990) bahwa seseorang dikatakan dewasa bila telah memiliki kekuatan tubuh secara maksimal, siap berproduksi, dan telah dapat diharapkan memiliki kesiapan kognitif, afektif, dan psikomotor, serta dapat diharapkan memainkan peranannya bersama dengan individu-individu lain dalam masyarakat.

Setiap kebudayaan dapat membuat perbedaan usia seseorang dapat dikatakan dewasa secara resmi, yang pada umumnya didasarkan pada perubahan-perubahan fisik dan psikologik tertentu. Dalam hal ini Hurlock (1990: 246), membagi masa dewasa menjadi tiga periode, yaitu:

  •  Masa  Dewasa Awal (18 – 40 tahun)
    Pada masa ini perubahan-perubahan yang nampak antara lain perubahan dalam hal penampilan, fungsi-fungsi tubuh, minat, sikap, serta tingkah laku sosial
  • Masa Dewasa Madya (40 – 60 tahun)
    Pada masa ini kemampuan fisik dan psikologis seseorang terlihat mulai menurun. Usia dewasa madya merupakan usia transisi dari Adulthood ke masa tua. Transisi itu terjadi baik pada fungsi fisik maupun psikisnya.
  • Masa Dewasa Akhir (60 – Meninggal)
    Pada masa dewasa lanjut, kemampuan fisik maupun psikologis mengalami penurunan yang sangat cepat, sehingga seringkali individu tergantung pada orang lain. Timbul rasa tidak aman karena faktor ekonomi yang menimbulkan perubahan pada pola hidupnya.
Tugas Perkembangan Masa Dewasa Awal
Havighurst (Dalam Mappiare, 1983: 252) menyebutkan bahwa tugas-tugas perkembangan pada masa dewasa awal adalah sebagai berikut:
  1. Memilih teman bergaul (sebagai calon suami atau istri)
    Pada umumnya, pada masa dewasa awal ini individu sudah mulai berpikir dan memilih pasangan yang cocok dengan dirinya, yang dapat mengerti pikiran dan perasaannya, untuk kemudian dilanjutkan dengan pernikahan (menjadi pasangan hidupnya)
  2. Belajar hidup bersama dengan suami istri
    Masing-masing individu mulai menyesuaikan baik pendapat, keinginan, dan minat dengan pasangan hidupnya. Mulai hidup dalam keluarga atau hidup berkeluarga
  3. Mulai hidup dalam keluarga atau hidup berkeluarga
    Dalam hal ini masing-masing individu sudah mulai mengabaikan keinginan atau hak-hak pribadi, yang menjadi kebutuhan atau kepentingan yang utama adalah keluarga
  4. Dituntut adanya kesamaan cara serta faham
    Hal ini dilakukan agar anak tidak merasa bingung harus mengikuti cara ayah atau ibunya. Maka dalam hal ini pasangan suami istri harus menentukan bagaimana cara pola asuh dalam mendidik anak-anaknya.
  5. Mengelola rumah tangga
    Dalam mengelola rumah tangga harus ada keterusterangan antara suami istri, hal ini untuk menghindari percekcokan dan konflik dalam rumah tangga.
  6. Mulai bekerja dalam suatu jabatan
    Seseorang yang sudah memasuki masa dewasa awal dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, yaitu dengan jalan bekerja. Dalam pekerjaannya tersebut, individu dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
  7. Mulai bertanggung jawab sebagai warga Negara secara layak
    Seseorang yang dikatakan dewasa sudah berhak untuk menentukan cara hidupnya sendiri, termasuk dalam hal ini hak dan kewajibannya sebagai warga dari suatu Negara.
  8. Memperoleh kelompok sosial yang seriama dengan nilai-nilai atau fahamnya.
    Setiap individu mempunyainilai-nilai dan faham yang berbeda satu sama lain. Pada masa ini seorang individuakan mulai mencari orang-orang atau kelompok yang mempunyai faham yang sama atau serupa dengan dirinya.

Penelitian secara spesifik memilih wanita bekerja dengan batasan usia 30 tahun ke atas sebagai subyek penelitian karena pada usia tersebut terdapat peningkatan tekanan untuk menikah dan menetap (Santrock, 2004: 123). Usia 30 tahun merupakan masa dimana banyak orang dewasa yang masih lajang membuat keputusan setelah  melalui pertimbangan yang matang untuk menikah  atau tetap melajang (Santrock,2004: 123). Jika seorang wanita ingin mengalami fase menjadi seorang ibu dan mengasuh anak dia akan merasa mulai dikejar waktu ketika mencapai usia 30 tahun. Seperti yang kita ketahui, secara medis kehamilan pada wanita berusia diatas 30 tahun mempunyai banyak sekali resiko. Dan semakin lanjut usia seorang wanita pada waktu hamil semakin meningkat probabilitas terjadinya “bahaya” pada sang jabang bayi nantinya.

Santrock (2004) dalam bukunya mengutip komentar seseorang laki-laki berusia 30 tahun. Dia mengatakan, “Hal ini adalah kenyataan. Kita memang seharusnya sudah menikah ketika mencapai usia 30, ini merupakan standart di masyarakat. Hal ini merupakan bagian dari hidup, dimana kita harus melakukan apa yang harus kita lakukan menurut standart umum (dalam bahasa ilmiah kita menyebutnya sebagai tugas perkembangan). Kita mulai mempunyai karier dan mempertanyakan siap sebenarnya diri kita pada waktu kita berusia dua puluhan. Pada usia tiga puluhan, seorang individu harus melanjutkannya dengan tugas lain. Agar tetap dianggap berada di jalur, pada usia ini kita harus mulai membuat rencana masa depan, mapan secara financial, dan mulai membentuk keluarga. Tetapi dalam jangka waktu 30 tahun ke depan selanjutnya, menikah menjadi kurang penting dibandingkan membeli rumah atau property lain (Santrock, 2004: 122).

Bagi seorang perempuan yang belum menikah, usia 30an adalah usia kritis dan banyak pilihan seperti di persimpangan jalam. Bila diamati stress lebih sering dialami seorang wanita ketika menginjak usia ini. Sebagian perempuan, malah semakin berkurang keinginannya menikah ketika melewati batas usia 30an, karena mereka semakin pesimis menggapai keinginan mereka yang satu ini. Meski demikian mereka, apalagi perempuan metropolis, masih memiliki keinginan-keinginan yang akhirnya membawa mereka mencari kesibukan lain dalam mengisi masa kesendiriannya (Amanah, Edisi Agustus 2002: 12).

Daftara Pustaka - Pengertian Masa Dewasa Awal Definisi Perkembangan Ciri Menurut Para Ahli Hurlock dan Santrock

Hurlock, E. B. (1994). Psikologi Perkembangan, Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta : Erlangga

Minggu, 06 April 2014