Senin, 23 September 2013

masihkah keluarga?

acara terbesar telah terlaksana dan alhamdulillah syukurku tiada henti tercurahkan PadaMU Ya Alloh.
tapi entah mengapa setelah ini justru tiada sama sekali perasaan tenang akan keberhasilan ini,
seseorang yang sudah dianggap sebagai keluarga justru sangat melemahkan semangat anggota keluarga lain dan menyakiti nya,,
sampai-sampai aku tak percaya apakah ini keluarga?
apakah ini keluargaku yang aku banggakan?
kenapa kita saling berdiam diri saat berjumpa,
mengapa kau seolah membawa mimpi buruk saat masuk dalam lingkungan keluarga yang tentram sebelum kau melemahkan dengan ucapan dan tingkah lakumu bagaikan duri yang tajam sengaja kau taburkan dalam hati kami,
mengapa?
aku tahu aku salah, tak tahu apa-apa, tak bisa apa-apa, dan tak tahu harus apa dan bagaimana..
tapi itulah kekurangan yang ingin diisi dengan pembelajaran darimu, bukan malah memojokkan apalagi membiarkan kami menjadi orang hidup tapi bagaikan sampah tiada guna.
organisasi....
tempat yang aku impikan , berharap jadi ladang pembelajaran optimistis sebagai bekal kelak.
mengapa yang kudapat hanya pengorbanan penuh tekanan harus mengikhlaskan segalanya yang belum pernah aku berikan,
aku diam kau melotot,
aku ngomong kau menyeringai,
aku berpendapat kau tak menganggap,
bahkan kau acuhkan dan tak menganggap aku ada disini,
aku magang kau menjauhkan,
aku harus bagaimana?
betapa sakit hati ini diperlakukan seperti itu,
kami mengatakan yang sebenarnya kau anggap cengeng,
kapan regenerasi ini berhasil jika semua yang kau bisa hanya kau pendam sendiri tanpa kau bagi dan ajarkan ke kami ini,
kau hanya mementingkan mereka, tanpa mengerti keadaan kami,
apakah anda pikir kami juga tak mempertimbangkan banyak hal???
apakah kami diam tanpa kata tanpa berpikir dan merasakan yang harapkan semua keluarga?
bahkan aku merasa takut dan seolah dijajah oleh perlakuan mereka.
bukankah sudah ada waktu tersendiri dimana kalian bisa melaksanakan tugas seperti kami,
kami bukan kalian, kami punya cara sendiri untuk mengambil keputusan,
kami punya jalan sendiri untuk menjalankan roda ini.
dan yakinlah tujuan dan visi kami juga untuk kita semua.

jika memang semua ini salah, mengapa tak kau bicara, mengapa tak kau jelaskan,
jangan mengadu dombakan kami, jangan mengecilkan diri dan hati kamu yang telah terbuka sebagai keluarga yang sebenarnya.
terimakasih atas pembelajaran keikhlasan penuh tekanan dan luka hati yang mendalam.
ku harap kita masih bisa menyebutnya dengan KELUARGA.